Namanya Aldi. Di mata orang lain, hidupnya terlihat baik-baik saja—selalu tersenyum, ramah, dan tidak pernah mengeluh. Tapi tak ada yang tahu, setiap malam Aldi sering menangis dalam diam. Ia merasa lelah… bukan karena pekerjaan, tapi karena pikirannya sendiri. Overthinking, rasa cemas, dan perasaan “tidak cukup baik” terus menghantuinya. “Kenapa aku nggak bisa sekuat orang lain?” Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya. Suatu hari, Aldi duduk di taman sendirian. Ia melihat seorang anak kecil jatuh saat belajar bersepeda. Anak itu menangis, tapi tak lama kemudian ia bangkit lagi dan mencoba. Ibunya hanya berkata, “Tidak apa-apa jatuh, yang penting kamu mau bangun lagi.” Kalimat sederhana itu terasa seperti ditujukan untuknya. Aldi tersadar—selama ini ia terlalu keras pada dirinya sendiri. Ia ingin selalu kuat, selalu sempurna, tanpa memberi ruang untuk merasa lelah. Hari itu, untuk pertama kalinya, Aldi berkata pada dirinya sendiri: “Aku boleh capek. Aku juga manusia.” I...
Komentar
Posting Komentar