#BAB 2: "MATERI EKONOMI"
MATERI : Rabu, 22 Juli 2026
Bab 4 : Keseimbangan dan Struktur Pasar
Pengertian dan Faktor-faktor yang memengaruhi Permintaan
Apa Itu Permintaan (Demand) ?
Kalian pasti / pernah mendengar,melihat,bahkan mengamati harga kebutuhan pokok ketika menjelang hari raya lebaran? Atau harga gas elpiji 3 kg saat terjadi kelangkaan hingga adanya antrian panjang untuk mendapatkannya? Kira-kira mengapa harga-harga tersebut cenderung naik ya?
Dalam ilmu ekonomi, kenaikan harga dan kelangkaan disebabkan oleh penawaran (supply) dan pemintaan (demand) yang tidak seimbang. Dalam teori penawaran dan permintaan, menggambarkan hubungan-hubungan di pasar, antara calon pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa. Ketidakseimbangan yang terjadi menyebabkan kenaikan harga dan kelangkaan seperti yang terjadi di atas.
....’Lalu apas sebenarnya Permintaan’...
Permintaan (Demand)
Permintaan adalah jumlah keseluruhan barang/jasa yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang konsumen (pembeli) pada berbagai tingkat harga yang memungkinkan. Sedangkan jumlah barang yang diminta adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh seseorang (pembeli) pada titik harga tertentu dan pada titik waktu tertentu, Sehingga apabila dibayangkan, maka permintaan digambarkan dengan suatu garis atau kurva, dengan jumlah barang yang diminta pada tiap titik-titik yang membentuk garis tersebut.
Hubungan negatif antara harga dengan jumlah barang dan jasa menunjukkan bahwa pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya, hukum permintaan berlaku apabila faktor-faktor selain harga tidak mengalami perubahan atau dianggap tetap. Ketika faktor-faktor lain mengalami perubahan, maka hukum permintaan dengan asumsi ceteris paribus tidak berlaku.
Hukum permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik, maka jumlah barang yang diminta sedikit. Apabila harga rendah, maka jumlah barang yang diminta meningkat. Beginilah bunyi hukum permintaan:
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
menyatakan bahwa ketika harga suatu barang meningkat, ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), jumlah permintaan barang tersebut akan menurun (berbanding terbalik/negatif). Permintaan yang terjadi dipasar ini dipengaruhi beberapa faktor .
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan
Permintaan terhadap barang dan jasa sifatnya relatif. Artinya, permintaan tersebut fluktuatif sehingga mengalami perubahan setiap saat, kadang naik kadang juga turun. Perubahan terhadap permintaan barang dan jasa dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya sebagai berikut.
1. Harga barang itu sendiri
Apabila harga suatu barang semakin murah, kecenderungan permintaan terhadap barang itu akan bertambah dan hal ini berlaku juga sebaliknya.
2. Harga barang lain yang terkait
Apabila harga barang substitusinya turun, maka permintaan akan barang tersebut akan berkurang. Namun apabila harga barang substitusinya naik, maka permintaan barang tersebut akan meningkat. (hubungannya positif/berbanding lurus)
Barang substitusi atau pengganti merupakan produk atau layanan yang memiliki kesamaan atau kemiripan fungsi dengan produk lain. Ketika harga barang substitusi mengalami kenaikan, akan menyebabkan tingkat permintaan terhadap komoditas yang memiliki fungsi sama semakin tinggi. Demikian pula sebaliknya.
Contohnya
minuman kopi menjadi substitusi dari minuman teh. Apabila harga minuman kopi semakin mahal, maka permintaan terhadap minuman teh akan meningkat. Sebaliknya, jika harga minuman teh lebih tinggi, maka permintaan terhadap minuman kopi akan lebih banyak. Dengan demikian, permintaan komoditas tertentu secara langsung dapat dipengaruhi oleh perubahan harga dari barang substitusinya.
Apabila harga barang komplementernya turun, maka permintaan akan barang tersebut akan menurun pula. Sebaliknya, jika harga barang komplementernya naik, maka permintaan akan barang tersebut akan meningkat pula. (hubungannya negatif/berbanding terbalik)
Hal yang sama terjadi pada barang komplementer atau pelengkap. Barang komplementer dapat dipahami sebagai barang atau jasa yang digunakan secara bersama-sama dengan barang atau layanan lain sebagai pelengkapnya. Biasanya, barang komplementer cenderung kurang memiliki nilai ketika dikonsumsi sendiri. Namun, saat dikombinasikan dengan barang atau layanan lain, akan menambah nilai keseluruhan dari barang tersebut.
Misalnya
susu menjadi barang komplementer dari kopi. Susu dan kopi masing-masing memiliki nilai tersendiri, dan ketika keduanya digabung maka kombinasinya akan bernilai lebih tinggi. Namun, peningkatan harga barang komplementer menyebabkan penurunan permintaan terhadap komoditas tertentu. Pada contoh kopi susu, ketika harga susu naik akan menyebabkan harga kopi susu menjadi lebih mahal. Akibatnya, permintaan terhadap kopi menjadi turun. Jadi, permintaan akan komoditas tertentu juga dipengaruhi perubahan harga barang komplementer atau pelengkap.
Pengaruh harga terhadap permintaan barang dan jasa tergolong kuat. Pada kurva permintaan, perubahan harga akan menyebabkan pergerakan di sepanjang kurva. Ketika harga suatu barang atau jasa naik, maka akan ada penurunan permintaan terhadap barang atau jasa tersebut. Sebab itu, harga memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap permintaan barang dan jasa.
Meski demikian, pengaruh harga pada permintaan juga tergantung pada jenis barang dan jasanya. Untuk barang atau jasa yang sifatnya primer atau kebutuhan utama dan penting, maka perubahan harga akan menggeser permintaan walau hanya sedikit. Misalnya, apabila harga beras mengalami kenaikan, penurunan permintaan terhadap komoditas tersebut cenderung sedikit karena beras merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.
Lain halnya jika kenaikan harga terjadi pada produk-produk fashion branded, baik baju, tas, sepatu, dan lain sebagainya. Kenaikan harga pada barang-barang tersebut akan menyebabkan penurunan permintaan yang signifikan, karena bukan barang kebutuhan yang mendesak untuk segera dipenuhi. Selain itu, konsumen akan beralih ke barang-barang pengganti yang lebih murah.
Harga dipengaruhi oleh tingkat inflasi, sehingga berdampak signifikan pada pengeluaran konsumen untuk barang dan jasa. Sebab itulah indeks harga produsen dan indeks harga konsumen dijadikan sebagai indikator ekonomi yang utama. Tingkat inflasi yang tinggi berisiko mengikis daya beli, sehingga kecil kemungkinan konsumen memiliki pendapatan lebih untuk dibelanjakan setelah digunakan untuk menutupi pengeluaran dasar seperti makanan dan perumahan.
3. Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan konsumen akan menunjukkan kemampuan atau daya beli konsumen. Semakin tinggi tingkat pendapatan, maka daya belinya terhadap barang dan jasa juga tinggi atau semakin meningkat permintaan terhadap suatu barang tersebut. Demikian pula sebaliknya. Tinggi rendahnya permintaan akan barang dan jasa juga tergantung pada pendapatan konsumen. Ketika pendapatan konsumen semakin besar, maka semakin besar permintaan mereka.
Meskipun demikian, pengaruh perubahan pendapatan pada permintaan tergantung pada jenis barang dan jasanya. Jika jenis barang adalah normal atau bersifat primer dan kualitas barang bagus, maka peningkatan pendapatan akan mendongkrak peningkatan permintaan. Sementara untuk jenis barang inferior, semakin tinggi pendapatan maka permintaan justru akan semakin menurun. Sebab, konsumen yang pendapatannya semakin tinggi, mereka akan beralih pada barang-barang dengan kualitas yang lebih baik. Sebaliknya, ketika pendapatan menurun, permintaan terhadap barang-barang inferior ini justru akan meningkat.
Contoh :
komoditas susu krimer dengan susu kental manis (full cream). Dilihat dari kandungan susunya, susu full cream lebih banyak dibandingkan dengan krimer. Oleh sebab itu, susu krimer termasuk barang inferior, sedangkan susu full cream adalah barang normal atau primer. Dari harganya, jelas susu full cream lebih mahal daripada krimer. Ketika pendapatan konsumen rendah atau turun, permintaan susu full cream akan menurun dan sebaliknya permintaan susu krimer akan lebih banyak atau meningkat. Namun, pada saat pendapatan konsumen lebih tinggi, maka permintaan terhadap susu full cream cenderung naik, sedangkan permintaan untuk susu krimer akan menurun. Intinya, semakin tinggi pendapatan yang diperoleh konsumen, kecenderungan untuk memiliki barang dan jasa yang lebih baik kualitasnya pun akan semakin tinggi.
Contoh
di suatu pasar malam terdapat bazar baju murah, Caca memutuskan hanya membeli satu baju seharga Rp80.000 karena Caca hanya memiliki penghasilan Rp500.000/bulan. Berbeda dengan Amed yang berpenghasilan Rp1.000.000/bulan, ia membeli 2 baju di bazar tersebut.
4. Selera Masyarakat
Kebanyakan konsumen akan tertarik untuk membeli barang atau jasa yang sedang tren. Di Indonesia pernah booming tanaman hias dan batu akik yang begitu diincar dan digilai oleh banyak konsumen, meskipun harganya melonjak tinggi di luar kewajaran. Inilah yang dimaksudkan dengan selera dan preferensi konsumen.
Ketika suatu barang sedang ngetrend digunakan oleh public figure, maka akan memicu gelombang permintaan yang tinggi terhadap barang tersebut. Tak heran jika produsen memanfaatkan ketenaran tokoh-tokoh tertentu seperti selebritis untuk mendongkrak penjualan produknya. Tujuan jelas untuk meningkatkan permintaan sehingga volume penjualannya pun meningkat. Namun, ketika konsumen tidak memiliki selera atau preferensi terhadap produk yang ditawarkan, maka permintaan terhadap produk tersebut akan menurun.
Selera atau kebiasaan juga akan memengaruhi permintaan suatu barang. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat, permintaan terhadap barang itu pun akan meningkat.
Contoh, celana panjang sedang menjadi tren sekarang, akibatnya jumlah permintaan model celana panjang cenderung meningkat.
5. Jumlah Penduduk / Konsumen
Semakin banyak populasi di suatu wilayah, peluang pasar akan semakin besar. Artinya, tingkat permintaan terhadap barang dan jasa juga semakin tinggi. Jangkauan pasar yang semakin luas, berpotensi meningkatkan permintaan.
Populasi yang bertumbuh dan berkembang memang memiliki dampak negatif, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan. Sebab, jumlah populasi yang semakin banyak akan meningkatkan kepadatan penduduk, persaingan kerja, dan kerawanan sosial karena gesekan sosial yang memicu tindak kriminalitas semakin besar.
Namun di sisi ekonomi, jumlah populasi yang bertambah justru memberikan peluang terciptanya pasar baru dengan jangkauan yang lebih luas. Semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi mengindikasikan akan semakin banyak permintaan akan barang dan jasa. Hal ini tentu menjadi peluang bagi para produsen untuk bersaing merebut pasar dengan memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan atau diminta pasar. Jadi, jumlah konsumen yang semakin banyak berpengaruh terhadap tingkat permintaan yang semakin tinggi.
Jadi, Semakin besar jumlah penduduk suatu daerah atau negara, semakin tinggi permintaan suatu barang untuk harga tertentu.
6. Prediksi Konsumen tentang Kondisi pada Masa Mendatang.
Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik, adalah lebih baik membeli barang itu sekarang, sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna menghemat belanja di masa mendatang.
Komentar
Posting Komentar